JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan karakter yang bakal diterapkan di sekolah-sekolah tidak diajarkan dalam mata pelajaran khusus. Namun, pendidikan karakter yang bakal digencarkan dan diberi perhatian khusus dalam praksis pendidikan nasional ini dilaksanakan melalui keseharian pembelajaran yang sudah berjalan di sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal di Jakarta, Selasa (31/8/2010), mengatakan pendidikan karakter yang didorong pemerintah untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah tidak akan membebani guru dan siswa. Sebab, hal-hal yang terkandung dalam pendidikan karakter sebenarnya sudah ada dalam kurikulum, namun selama ini tidak dikedepankan dan diajarkan secara tersurat.
"Kita mintakan pada guru supaya nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler itu disampaikan dengan jelas pada siswa. Pendidikan karakter itu bisa terintegrasi juga menjadi budaya sekolah. Jadi, pendidikan karakter yang hendak kita terapkan secara nasional tidak membebani kurikulum yang ada saat ini," jelas Fasli.
Pendidikan karakter yang diminta yang dapat membangun wawasan kebangsaan serta mendorong inovasi dan kreasi siswa. Selain itu, nilai-nilai yang perlu dibangun dalam diri generasi penerus bangsa secara nasional yakni kejujuran, kerja keras, menghargai perbedaan, kerja sama, toleransi, dan disiplin.
Menurut Fasli, sekolah bebas untuk memilih dan menerapkan nilai-nilai yang hendak dibangun dalam diri siswa. Bahkan, pemerintah mendorong muculnya keragaman bentuk pelaksanaan pendidikan karakter.
Kementeraian Pendidikan Nasional, tambah Fasli, telah mengumpulkan contoh-contoh pelaksanaan pendidikan karakter yang sudah berjalan di sekolah. Setidaknya ada 139 contoh praktis pendidikan karakter dari berbagai lembaga pendidikan yang bisa juga diterapakan di sekolah lain.
Program-program di sekolah seperti pramuka, kantin kejujuran, sekolah hijau, olimpiade sains dan seni, serta kesenian tradisional, misalnya, telah sarat dengan pendidikan karakter. Tinggal guru yang mesti memunculkan nilai-nilai dalam program itu sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
Untuk menyukseskan program pendidikan karater, pemerintah menggelar pelatihan bagi 263 ribu pengawas dan kepala sekolah. Selai itu, setiap tahun akan dilaksanaakan pertemuan nasional untuk membahas pendidikan karakter.
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengakui, jumlah siswa yang lulus ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah 2010 menurun dibanding 2009, namun kesimpulan akhir masih harus menunggu hasil ujian ulangan.
"Ada penurunan ya. Tapi tunggu ujian ulangan tuntas, baru bisa disimpulkan turun dibandingkan tahun lalu," kata Fasli seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama pemberian beasiswa kepada 1.000 guru Papua oleh Yayasan Universitas Pelita Harapan di Jakarta, Senin.
Fasli menambahkan, fokus Kemendiknas saat ini bukanlah pada persentase angka kelulusan pada ujian utama melainkan pada persentase pada ujian ulangan, setelah itu, pihaknya baru akan mengevaluasi apakah hasilnya lebih baik atau buruk dibanding tahun lalu dan bagaimana agar UN tahun depan bisa meningkat.
Dikatakannya, UN SMP yang dilangsungkan secara nasional pada 29 Maret hingga 1 April dan ujian susulan pada 5 hingga 8 April tersebut baru dijadwalkan pengulangannya pada 7 - 20 Mei 2010.
Soal penurunan, menurut dia, adalah hal yang biasa terjadi, apalagi karena pengawasan yang lebih ketat dan tekad untuk menjadikan pelaksanaan UN tahun ini lebih jujur.
Mengenai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) 2009/2010 untuk Sekolah Dasar (SD/ Madrasah Ibtidaiyah (MI), Fasli menegaskan lagi bahwa standar kelulusannya diserahkan kepada Pemda.
"Soal seberapa jauh standar kompetensi siswa SD dalam UASBN secara nasional, pusat hanya menitipkan 25 persen, sisanya diserahkan ke sekolah masing-masing dan Pemda yang menentukan standar kelulusan," katanya.
Hasil UASBN akan dievaluasi untuk memetakan tingkat kualitas pendidikan secara nasional, dan untuk menentukan kebijakan di mana saja sekolah yang memerlukan perhatian khusus dan lain-lain," katanya.
Fasli yang masih merangkap sebagai Dirjen Pendidikan Menengah Tinggi (Dikti) ini juga menegaskan bahwa siswa yang tidak lulus SMA/SMK/MA dilarang memasuki pendidikan berikutnya di perguruan tinggi negeri atau swasta meski sudah lulus ujian masuk PTN atau PTS.
"Begitu dia resmi di PTN atau PTS dia harus sudah lulus tingkat SMA. Itu ada undang-undangnya. Kalau ada yang melanggar dengan membiarkan siswa tersebut bisa lolos akan ditindak sesuai peraturan berlaku," katanya.
Pengamat pendidikan di Kota Malang punya penilaian sendiri terkait jebloknya hasil ujian nasional untuk siswa SMK pada tahun ini.
Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang Marthen Pali mengatakan, lonjakan jumlah siswa yang gagal dalam UN tahun ini tak lepas dari program SMK Bisa yang cenderung dipaksakan oleh pemerintah. "Saya sudah perkirakan sebelumnya, program ini ibarat bom waktu yang siap meledak," ujar pakar konseling sekolah ini, Rabu (28/4/2010).
Marthen mengatakan, tujuan pemerintah sebenarnya bagus, yaitu memfokuskan siswa belajar di sekolah kejuruan demi memperkecil pengangguran. Hanya, akibatnya yang tidak dipikirkan.
"Siswa digiring ke SMK, tetapi jumlah guru dan kelas tidak ditambah, tidak berimbang," ujar Marthen.
Kondisi semakin pelik, kata dia, karena guru kejuruan tidak bisa disiapkan secara instan. Ada keterampilan khusus yang tidak dipunyai guru umum.
"Tak mengherankan siswa gagal UN makin banyak. Pemerintah tidak sadar program ini salah. Program 60 SMK/40 SMA jangan dijalankan sebelum tenaga pendidik siap," katanya.
Sementara itu, pakar pendidikan dari Fakultas Ekonomi UM Hari Wahyono menyebut konsep UN untuk SMK salah kaprah. Siswa SMK, yang mengandalkan keterampilan teknis di lapangan pekerjaan, tidak semestinya diuji secara tertulis seperti UN.
Kompas.com, 29 April 2010
JAKARTA - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Joko Sutrisno, mengungkapkan bahwa dari 912 ribu siswa SMK di seluruh Indonesia yang mengikuti Ujian NAsional, sekitar 11 persen di antaranya tidak lulus. Bahakn di beberapa provinsi, presentase ketidaklulusannya di atas 15 persen.
"Dari persentase tersebut bisa dikatakan, jumlah siswa yang tidak lulus semakin banyak apabila dibandingkan dengan tahun 2009 lalu yang hanya 4,5 persen dari 745 ribu peserta," kata Joko kepada wartawan di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta , Kamis (29/4).
Joko menyebutkan, tingginya jumlah angka siswa SMK yang tidak lulus UN tersebut dapat dilihat dari tingginya persentase jumlah siswa yang mengulang di beberapa provinsi. Bahkan persentase tersebut rata-rata di atas 15 persen. Di antaranya, Yogyakarta (20,83 persen), Sumatera Barat (22,30 persen), Kalimantan Timur (27,84 persen Aceh (34, 64 persen), dan Kalimantan Tengah (36,92 persen).
"Tapi yang paling tinggi persentase jumlah siswa SMK yang tidak lulus adalah provinsi Nusa Tenggara Barat, yang mencapai angka 51,87 persen," sebut Joko.
Meski demikian Joko menegaskan, tingginya angka ketidaklulusan siswa SMK itu justru menunjukkan tingkat pengawasan UN tahun ini lebih baik. Karena itu, lanjut dia, kejujuran dalam UN pun bisa diandalkan.
Pada kesempatan itu Joko juga menampik tudingan tingginya angka ketidaklulusan siswa SMK itu lantaran tidak lulus di bidang teori. Menurutnya, jika dilihat dari mata uji Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Teori kejuruan dan Praktik Kejuruan, justru teori matematika secara umum dikuasai siswa SMK.
“Banyak siswa SMK yang dapat nilai 10 untuk mata pelajaran teori matematika. Demikian juga untuk mata uji Bahasa Inggris. Justru lemahnya banyak di bidang Bahasa Indonesia,” kata Joko.
Dikatakannya pula, Kemendiknas akan melakukan intervensi terhadap sekolah-sekolah yang angka kelulusannya cukup rendah. "Bentuk intervensi yang akan kita lakukan adalah menghadirkan guru pendamping," ujarnya.
Selain itu, Kemdiknas juga akan memberikan paket buku elektronik dalam jumlah lebih banyak dengan harapan hal itu dapat membantu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut. "Namun yang terpenting pastinya juga akan ada inspeksi durasi pembelajaran dari sekolah ke sekolah. Dengan cara ini tentunya akan lebih mudah untuk mencari letak kesalahan sekolah," ujarnya.
Demikian ditegaskan oleh aktivis pendidikan yang juga Koordinator Education Forum Suparman kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (29/4/2010). "Bagaimana mau dibilang jujur, sementara di sana-sini masih ditemukan kebocoran dan kecurangan," ujar Suparman.
Lebih dari itu, kata Suparman, jika dilihat dari konsistensi kebijakan UN itu sendiri, merosotnya kelulusan siswa pada UN tahun ini menunjukkan inkonsistensi pemerintah dalam memperbaiki kebijakan pendidikan itu sendiri. Selama ini, kata dia, pemerintah selalu mengatakan bahwa UN sebagai alat pemetaan, terutama daerah yang selama ini prestasinya kurang.
"Nyatanya, banyak daerah yang tidak lulus dan sangat parah angka kelulusannya. Lalu, di mana hasil pemetaannya selama ini?" ujar Suparman
Komputer dan Pendidikan
Tanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa untuk mengahadapi tantangan-tantangan dalam masyarakat sangat cepat perubahannya. Salah satu dari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu. Kemampuan berbicara dalam bahasa asing dan kemahiran komputer merupakan dua kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia ( dan di seluruh dunia ). Mengingat sekitar 20-30 % dari lulusan SMU di seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer bagi para siswa kita.
Biaya yang dibutuhkan untuk mempersiapkan belajar komputer di sekolah akan mahal.
Dalam menghadapi masalah ini beberapa sekolah swasta dan negeri yang telah mengambil langkah maju. Pada beberapa sekolah mereka telah membangun hubungan yang sangat erat dengan masyarakat setempat dan melakukan sebuah lompatan yaitu dengan mengundang para masyarakat penyumbang untuk membangun fasilitas dasar komputer. Sekolah ini telah membuktikan bagaimana mengatasi salah satu masalah terbesar dalam pengenalan teknologi ke sekolah-sekolah di Indonesia secara berkesinambungan. Keefektifan system yang berkesinambungan ini sudah tumbuh lama ketika masyarakat setempat memahami bagaimana pentingnya teknologi bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini kami telah mempelajari bahwa, sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk membangun fasilitas cenderung berkembang secara teratur dan juga meningkatkan dukungan dari masyarakat setempat.
Kesinambungan adalah faktor utama. Pada program di masa lalu untuk menyediakan teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam jangka waktu yang cukup lama dan jarang sekali menunjukkan perkembangan. Persyaratan mengenai laboratorium bahasa adalah contoh yang umum. Biasanya ada enam masalah utama, yaitu ;
Masalah-masalah ini menjadi lebih luas dalam hal komputer karena tingkat keahlian yang diminta untuk mengembangkan dan merawat fasilitas tersebut sangat tinggi serta kemahiran komputer mempunyai nilai jual yang sangat tinggi pula. Saran untuk memberi pelatihan karyawan di sekolah tidak berlaku dalam konteks yang ada saat ini. Karena siapa saja yang mengembangkan diri untuk mencapai posisi tingkat ahli, mereka di sektor komersil dapat menghasilkan sepuluh kali lipat dari apa yang mereka dapat di sekolah, jadi mungkin saja mereka akan menghabiskan waktu dengan pekerjaan dari luar kantor (hal ini juga menjadi masalah pada karyawan yang memiliki kemampuan di bidang jasa umum).
Bagaimana caranya di beberapa sekolah berhasil membeli komputer, yang mahal dan memerlukan biaya perawatan yang cukup tinggi?
Hanya sedikit sekolah yang berlokasi dilingkungan yang makmur, di mana kelompok orang tua-guru dapat mencapai sejumlah besar uang secara mudah. Walaupun begitu beberapa sekolah yang lain berada di tengah lingkungan di mana tingkat social-ekonominya rendah, tetapi mereka juga berhasil mencapai tingkat yang sama dalam hal pencapaian di bidang pengembangan komputer dan fasilitas lain di lingkungan sekolah mereka. Dua contohnya yaitu SMUN 2 Wonosari di Daerah Istimewa Yogyakarta dan SMUN 23 di Bandung, Jawa Barat. Pendekatan awal yang dilakukan mereka terhadap pengembangan sekolah adalah serupa tapi tak sama. Keduanya menyusun kerberhasilan mereka dengan cara kooperatif dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. Walaupun demikian SMUN 2 di Wonosari bergantung kepada penentuan dan pengembangan dari para karyawan itu sendiri. Sedangkan SMUN 23 di Bandung berinisiatif menentukan programnya melalui peranan enterprenur dan mendapatkan sumbangan dari masyarakat dan industri.
Tanpa mengindahkan cara pendekatan yang di tetapkan, sekolah anda dapat memutuskan untuk mengambil beberapa butir penting, yaitu sekolah harus benar-benar obyektif, berkomunikasi pro-aktif terhadap tujuan tersebut, menguntungkan masyarakat setempat dan harus terbuka serta 100 % transparan. Hal ini penting sekali bahwa pengembangan harus direncanakan dengan seksama sehingga meningkatkan kwalitas lulusan pendidikan bagi siswa dapat secara mudah dibicarakan dengan masyarakat. Akan mengherankan sekali jika melihat berapa jumlah dukungan ekstra yang akan dicapai dari masyarakat apabila dibangun suatu "kepercayaan" dan mereka "memahami" akan keuntungannya bagi anak-anak mereka.
Peralatan - perangkat keras apa saja yang diperlukan?
Peraturan yang ada sekarang ini, membatasi jumlah maksimum per kelas untuk 48 siswa. Sementara itu untuk kebutuhan ideal tersebut diperlukan 48 komputer, hal ini menjadi target yang tidak realistis bagi semua sekolah di Indonesia saat ini. Beberapa sekolah telah menunjukkan kepada kami bahwa mereka memulai keberhasilan program ekstra-kurikuler sekolahnya hanya dengan jumlah komputer yang terbatas, melalui penjadwalan ketat. Penulis percaya bahwa target realistis terdekat dalam pertengahan waktu adalah menjadi 24 komputer. Pada kenyataannya hampir seluruh kelas berisi di bawah 48 siswa jadi angka perbandingan bagi siswa terhadap komputer tidak lebih dari 2 :1. Berbagi komputer selama masa awal tahap pelatihan komputer dapat memberikan keuntungan untuk membantu membangun rasa percaya diri dan juga memberikan kesempatan kepada siswa yang lebih mahir, sehingga mereka dapat membantu siswa yang lemah (meningkatkan efisiensi guru). Hal ini bukan berarti sekarang anda harus membeli 24 komputer. Anda bisa memulai program dasar ekstra-kurikuler hanya dengan 2 komputer. Yang terpenting adalah anda memiliki rencana, membuat pengaturan untuk melatih dan memepersiapkan karyawan anda, serta mulai untuk membicarakan masalah komputer tersebut. Penulis pernah mengajar kelas Internet hanya menggunakan satu komputer saja.
CATATAN :
Hampir semua supplier komputer di Indonesia akan melakukan install program apapun sesuai dengan permintaan, demi kepentingan agar komputer tersebut dibeli. Ini adalah salah satu alasan akan sangat pentingnya perencanaan matang mengenai tujuan pelatihan dalam rangka nantinya untuk mengetahui program apa saja yang diminta dan menghemat biaya program (software). Walaupun begitu saya akan merekomendasikan bahwa paling tidak 20 % (lebih disukai semuanya) dari komputer anda memiliki CD ROM drive jadi apabila program spesial yang diminta tetap, maka CD dapat dipergunakan.
Dari pengalaman kami di sekolah-sekolah kelihatannya kebutuhan printer di sekolah minimum 2 (dua).
Desain Dasar Laboratorium Komputer
Tata letak
Tidak Bagus

Tata letak laboratorium ini sangat umum, namun demikian dari sisi pembelajaran hal ini terbatas sekali.
Tata letak
Bagus

Tata letak laboratorium ini jauh lebih baik dari sisi pembelajaran.
Kami menyarankan apabila anda belum berpengalaman dan ingin membeli peralatan computer, software atau memasang fasilitas Internet gunakanlah Pendidikan Net FORUM untuk meminta saran dan bantuan dari pihak pendidikan yang berpengalaman. Sebaiknya peralatan dibeli dari suplier lokal supaya mudah mendapat bantuan dan servis. Bandingkanlah harga dan garansinya sebelum memesan dan membeli barang.
Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.
Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi ; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sitem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.
Sistem komunikasi
Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia disemua sektor, berarti kita akan membutuhkan sisitem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.
Penelitian mengenai pengembangan sekolah secara jelas menunjukan salah satu cara yang paling efektif bagi sekolah yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat berbagi (sharing) informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan yang terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi kepala sekolah yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin kepala sekolah. Melalui penyampaian masalah secara kolektif diantara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan.
Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.
Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemampuan untuk berbicara bahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki lapangan kerja baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Dan hanya sekitar 20-30 % lulusan sekolah menengah yang melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi, maka dengan adanya komputer yang telah merambah disegala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran komputer ( lihat bagian Pendaluan-Komputer )
Oleh karena adanya prioritas yang tinggi untuk membangun fasilitas komputer diseluruh sekolah-sekolah di Indonesia dan adanya jarak yang cukup jauh antara sekolah provinsi di Indoesia, sepertinya Internet pilihan yang cukup baik untuk mengembangkan komunikasi antar sekolah, Kanwil, Kandep, dan DEPDIKNAS yaitu dapat dilakukan lewat Internet. Beberapa sekolah telah mengambil inisiatif untuk membangun fasilitas mereka sendiri. Berdasarkan langkah yang sudah ada ini, dan membiarkan hal itu berkembang sendiri yaitu tetap konsisten akan kebutuhan belajar siswa kita, maka Internet sebagai strategi yang sesuai untuk menjadi medium komunikasi yang sah.
Internet dalam belajar dan mengajar (7 tahun kemudian - Membaca!)
Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.
Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.
Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:
Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;
Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.
Kenapa?
Seperti mana yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Internet itu berisi berbagai macam informasi dan sumber-sumber informasi lain, meskipun didalamnya juga terkandung hal-hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu sehingga mengganggu pelajaran siswa dengan mudahnya. Padahal keikutsertaan dalam kegiatan ini diluar jam belajar siswa, mungkin saja dapat memberi keuntungan bagi pengetahuan mereka atau mengembangkan kemampuan lainnya. Waktu belajar di kelas harus tetap difokuskan pada pelajaran utama. Rencana belajar mengajar yang efektif untuk menggunakn Internet akan memerlukan beberapa kemampuan baru guru untuk dapat lebih mengefektifkan waktu.
Satu dari keuntungan yang sangat potensial dari Internet selain untuk para administrator dan kepentingan sekolah, yaitu mngkin adalah untuk memudahkan pengoleksian lembaran data-data sekolah yangdaat langsung terkirim ketujuannya baik ke perorangan maupun ke masyarakat luas.
Guru, terutama guru bahasa dan guru pelajaran ilmu sosial, dapat mengambil (down-load) berita dan kejadian terkini yang bisa digunakan sebagai bahan mengajar di kelas pada hari yang sama saat itu juga. Semua guru dapat menggunakan Internet baik untuk keperluan pengembangan pribadi maupun secara profesional bekerjasama dalam wilayah regional maupun diseluruh dunia.
Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk dibeli?
Penulis menyarankan sebagai langkah awal membeli satu unit komputer dengan modem didalamnya dan CD ROM drive. Dan komputer ini harus ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah sehingga bisa dipergunakan oleh seluruh staf dan para siswa serta harus diawasi pemakaiannya oleh petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan ini juga harus dilatih untuk menangani perawatan dan pemeliharaan rutin komputer. Serta mereka juga diberi wewenang khusus untuk mengatur jadwal pemakaian komputer dengan cara sistem memesan tempat.
Biaya : Antara Rp. 3.000.000,- - Rp.5.000.000,- tergantung nilai tukar rupiah.
Apabaila sekolah anda sudah mempunyai laboratorium komputer maka bentuk modem terpisah dapat dibeli dengan harga yang cukup murah untuk mengakses Internet dari laboratorium, tergantung permintaan. Bentuk modem terpisah ini juga dapat disediakan bagi pemakaian di departemen.
Apalagi yang diperlukan?
Pastinya anda membutuhkan Internet Service Provider (ISP). Ini adalah sejenis perusahaan yang menyediakan jasa sambungan/ hubungan ke Internet melalui saluran telepon. Penulis menyarankan sebagai langkah awal, sebaiknya membuka sebuah account siswa sampai mereka tahu berapa menit per bulannya yang mereka perlukan. Cobalah untuk mendaftar USER-NAME ( nama pemakai ) berhubungan dengan nama sekolah anada, contohnya SMK3PALU, karena ini juga dapat digunakan sebagai alamat e-mail anda ( lihat dibawah ).
Biaya : Antara Rp.50.000,- - Rp.100.000,- per bulan + Biaya pemasangan ringan.
E-mail Account
Biasanya ISP menyediakan paling tidak satu account e-mail dan ini menggunakan "user name" anda, contohnya diambil dari contoh diatas SMK3Palu@Sulawesi.Net. Account ini bisa juga dipakai untuk keperluan resmi sekolah.
E-mail Account Siswa
Penulis menyarankan bahwa siswa-siswa sebaiknya membuka e-mail account pribadi di http://mail.yahoo.com, http://www.hotmail.com, atau salah satu dari sekian banyak e-mail provider gratis yang ada. E-mail account tersebut diatas lebih disukai dari account servis provider karena mereka dapat digunakan secara permanen. Dan ini juga merupakan ide yang baik bagi sekolah-sekolah untuk mempunyai alamat e-mail alternatif, apabila dalam keadaan mendesak mereka mengganti servis provider. Saya akan menyarankan menggunakan Yahoo.com karena mereka memperbolehkan anda untuk POP surat anda, mengirim surat ke alamat lain (forwarding), ataupun membacanya dari situs internet mereka dimana saja ( lebih fleksibel).
Homepage dan Nama Domain
Ada banyak homepage provider yang gratis. Hadir ke Free Hosting.
"Domain Name" (alamat khusus di Internet) tidaklah sangat penting terkecuali bila anda adalah organisasi yang mencari keuntungan atau untuk bisnis. Kecuali bila domain name anda mudah untuk diingat seperti "Pendidikan.Net" maka manfaatnya tidak terlalu penting. Apabila anda membuat homepage di FreeWebsites.Com maka anda mempunyai alamat (atau URL) seperti htpp://www.FreeWebsites.Com/~SMK3Palu. Bila anda mengunjungi homepage link di SLTA.Net atau SLTP.Net maka anda akan menjumpai banyak homepage sekolah yang berlokasi di situs gratis seperti ini. Keuntungan utama dari situs gratis ini adalah tidak dikenakan biaya perawatan dan tidak terkait apapun ISP yang anda pilih .
Telepon dan Pulsa
Seringkali kalau guru atau Kepsek ditanya "sudah punya Internet?" Jawabannya "Belum, pulsa telepon terlalu mahal"
Apakah, kalau sekolah Anda bisa berkomunikasi dengan semua sekolah di Indonesia, dengan Kanwil, Kandep, atau Dikmenum lewat telepon selama lima menit sehari atau kurang masih merasa mahal?. Sebagai contoh, saya download e-mail dari beberapa server (dari banyak website) dan banyak alamat e-mail yang saya punya setiap pagi dan perlu waktu kurang dari lima menit (<5 menit). Bagaimana bisa begitu? Saya menggunakan Post Office Protocol (POP) mail. Semua sekolah bisa pakai POP mail gratis seperti ini yang disediakan di Free POP Mail. Surat-surat diPOP dari hostnya langsung ke e-mail browser kita. Setelah itu sambungan ke Internet langsung dimatikan.
Surat-surat tsb dibaca OFF-LINE (tidak sambung ke Internet) dan tidak ada ongkosnya. Surat-surat ini dapat diprint atau dicopy (blok dan copy) ke Word, Wordpad, atau Notepad untuk di bawa ke tempat line (lewat disket).
Tetapi bagaimana kalau kita mau kirim surat atau membalas surat?
Sama juga:
Kalau Anda pakai sistem ini pulsa telepon tidak akan mahal. Jadi, setiap pagi sambung sebentar saja. Selama waktu itu dapat mengirim surat-surat yang sudah disediakan siang hari sebelumnya dan menerima surat yang baru.
Bagaimana dengan Searching the Internet?
Terus-terang, kalau siswa/i memakai Internet di dalam waktu belajar, gurunya harus sangat berpengalaman untuk menggunakan waktu dengan hemat agar menghasilkan pelajaran yang baik. Mungkin Internet bisa dipakai dengan cara ini setelah guru-guru sudah cukup berpengalaman. Saya pernah memakai Internet untuk mengajar tetapi tujuan pelajaran dan kegiatan siswa/i harus jelas dan dimonitor terus.
Untuk guru Internet juga bisa menghabiskan banyak waktu dan uang kalau kita tidak membuat sistem yang baik dari awalnya. Maksud saya, daripada semua guru cari informasi yang sama dan menghabiskan waktu masing-masing, penting sekali bila kita membuat pusat informasi tentang situs yang bagus dan relevan. Kalau sudah ada pusat informasi guru hanya perlu kirim e-mail ke pusat dan minta URL (Universal Resource Locator - alamat homepagenya). Jadi, cuma satu orang yang mencari (lebih hemat) dan informasi ini bisa dipasang di halaman "links informasi" di Website pusatnya supaya kalau guru lain cari informasi bisa cek disitu dulu.
Sesuai dengan yang sudah sering dikatakan, sebaiknya semua siswa/i di Indonesia dapat pengalaman memakai komputer dan Internet. Kebanyakan mengenai Internet dan cara membuat homepage misalnya kita dapat mengajar dengan komputer tanpa sambung ke Internet. Kalau kita ingin membuat program keterampilan komputer biayanya bisa dinaikkan sesuai dengan ongkos bila siswa/i menggunakan waktu di Internet (sharing) dalam programnya. Lebih baik siswa dapat kenalan Internet saja di sekolah dan melanjutkan kemampuan sendiri di Warung Internet. Di banyak sekolah yang belum punya fasilitas Internet siswa/inya sudah lama memakai Internet dan pengalamannya juga banyak. Pengalaman mereka bisa digunakan untuk membantu guru atau pustakawan untuk belajar mengenai Internet. Dengan teknologi baru ini sebaiknya kita mengunakan semua kemampuan SDM di sekolah.
Kesimpulan: Kalau kita ingin mengajar, kita perlu memperhatikan hal-hal utama yaitu rencana dan strateginya. Sama dengan Internet. Kalau kita ingin membuat sistem komunikasi yang baik dan hemat, dan meningkatkan pendidikan siswa/i dalam ilmu komputer yang sesuai dengan dana sekolah, yang penting rencana (program) yang baik, dan strategi-strategi yang terbaik sesuai dengan keadaan sekolahnya. Dengan prinsip-prinsip yang disebut di dalam "Kiat Mendapatkan Dana" kita bisa secara terus-menerus melakukan peningkatan mutu pendidikan di sekolah kita secara mandiri.
Lingkungan tempat di mana bayi dibesarkan sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Pada tahun pertama dalam kehidupan bayi, sistem otak mulai terbentuk dengan cepat. Aktivitas otak sudah mulai membentuk hubungan elektrik sangat kecil yang disebut sinapses. Sejumlah rangsangan yang diterima bayi secara langsung mempengaruhi pembentukan sinapses ini.
Rangsangan yang senantiasa berulang akan menguatkan hubungan-hubungan tersebut dan membuatnya menjadi permanen, sementara rangsangan lain yang tidak banyak berulang lama-lama akan hilang. Dengan demikian tahun pertama itu merupakan saat yang paling penting bagi perkembangan otak bayi.

Periode ini (perkembangan otak dan pembentukan jaringan kerja otak) merupakan periode intensif yang hanya terjadi sekali dalam seluruh kehidupan seseorang. Sebagai orangtua, tentu Anda tak ingin melewatkan kesempatan emas yang sangat singkat ini, bukan? Nah supaya perkembangan otak anak Anda menjadi optimal, berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan ;
1. Cinta. Cinta dan perhatian merupakan kebutuhan riil pertama. Bayi Anda tidak pernah mengatur atau memanipulasi Anda. Dia sangat butuh cinta mesra Anda. Cinta Anda yang tidak terbatas memperkuat penghargaan diri dan meningkatkan perkembangan sirkuit otak bayi Anda.
2. Bicaralah pada bayi Anda sesering, selembut mungkin dengan kasanah kata sebanyak mungkin, serta berbagai ekspresi. Suara Anda adalah suara favorit bayi Anda, sebab dia sudah mulai mendengarnya sejak ada di kandungan.
3. Jawab permintaan bayi Anda (misalnya mencoba memahami tangisan bayi Anda) tanpa ragu-ragu. Hal ini akan mengajarkan pada bayi Anda untuk berani berkomunikasi dengan orang lain, dan memberi stabilitas emosi dan kepercayaan yang tinggi untuk dia.
4. Sentuh bayi Anda. Para ahli menemukan bahwa bayi prematur yang dibelai akan tumbuh lebih cepat, sedikit menangis, dan akan segera diperbolehkan pulang dari rumahsakit daripada yang tidak dibelai.
5. Ekspresi yang positif. Bayi Anda akan hafal dan paham betul suara, ekspresi wajah, dan gerak Anda. Maka buatlah dia kenal ekspresi dan suara yang positif.
6. Biarkan bayi Anda mengalami lingkungan yang berbeda; ajak jalan-jalan, tunjukkan hal-hal yang menarik di sekitar lingkungan Anda.
7. Biarkan Bayi Anda mengenali berbagai tekstur dan temperatur (tentu jangan terlalu dingin, panas, atau keras). Sediakan lingkungan yang aman bagi eksplorasi bayi, karena pengenalan yang dilakukannya memang butuh waktu.
8. Bacakan buku-buku. Walaupun bayi Anda belum bisa mengikuti atau membaca, namun gambar-gambar dan suara Anda baik buat dia.
9. Mainkan musik atau biarkan bayi Anda mendengarkan musik seperti musik klasik (Mozart misalnya). Penelitian membuktikan bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan neuron-neuron otak bayi.
10. Ketika Anda frustrasi karena bayi Anda menjatuhkan susu ke lantai, ingatlah bahwa dia melakukan itu karena sedang mencoba mengenali dunia. (hnd)
Sumber : Kompas.com
Field Trip to Kompas Gramedia
By Radhiya Azzura (8B)
Thursday, 4 February, 2010 Stella Maris International School students grade 7 & 8 have a trip to Kompas Gramedia Palmerah and Kompas Gramedia Cikarang (printing). Before that day, the students were asked by their teachers to make their own writing then they should submit the written material to Kompas Gramedia Palmerah and the writer of the best story will get a price from kompas Gramedia. In Kompas Gramedia, the students also met Mr. Boim Lebon, the Lupus writer. They learned how to make a good story from Boim Lebon. Then after that, they also saw the presentation about Teenlit Novel and it was not only very interesting for them, but they also increased their creativity skills. And when the Kompas – Gramedia announce also the winner, there were 5 winners from grade 8. They were Iin (8A), Sheila (8B), Olga (8B), Minji (8B), and Vanessa (8C). The price was a book and the writer of the book is boim Lebon.
Afterwards, SMIS students had to continue the trip to Kompas-Gramedia Printing Division at Cikarang. They arrived at cikarang around 14.00 (lunch time), the teachers and students had lunch together inside Kompas-Gramedia Printing Division area at Cikarang. Then after lunch, The Printing Division Team showed another presentation for students, the title of the presentation was about “PRINTING” It was fun! The students were very interested and enjoyed listening the presentation. After the presentation was over, the students went to the printing place for side seeing around and observation. And they were interested with that, because it was the first students experiences to saw everything about Printing, they saw prepress and how to print the magazines, to stick the cover, and how to arrange the pages and the lay out of the magazine. They do not only see, but the also learned the process. Because usually they just buy and read the books or magazine, without knowing how the process before they get the magazine in there hands. After we finished the trip in Cikarang, we went directly to Gramedia Book Store Puri Mall, Puri Indah Kebon Jeruk. The students had time to buy books there, and the students had a blast there. They were able to buy the books from Gramedia Book Store with 20% Discount. After the time was over there, the students got a souvenir from Gramedia Book Store and went ck to school then arrived at 17.00 the student even enjoyed this trip, we fully hope that the next field trip will be better.
Science Club
The Stella Maris International Education has a science club program for senior high students of both campuses. Through this program, students will develop their scientific knowledge and logical thinking skills. Moreover, they will have the eagerness in applying the scientific knowledge in their daily lives.
This year’s science club topic is about Reducing Pollution in our environment. Through this topic, our science club has targeted the awareness on people’s attitude towards environmental care.
In our first meeting on January 23rd, 2010, students got explanation from SARPEDAL LIPI (Pusat Sarana Penanggulangan Dampak Lingkungan) about water pollution. They were also taught how to do research, take samples and how to conserve water.
In the second meeting in January30th. 2010, students took water samples from Cisadane and Cisauk rivers for research about the quality of water.
In the third meeting in February 6th, 2010, students did experiment in the laboratory to research the condition of water sample. “Can this water still be consumed by people?” Because, they saw people use this water to take their baths, wash plates and also to cook.
In the fourth meeting at February 18th, 2010, students went to PDAM BSD where they received verbal information about the process of Water Treatment. After this meeting, our Science Club still has a lot of activities related to Environmental Awareness. At the end of the program, the students will need to socialize to public the method of Environmental care to make our planet a better place to live for all living organisms.
HSI Tawarkan Visi "Creative Work"
Ada perbedaan yang sangat mencolok dalam tujuan pelaksanaan pendidikan di negara moderen seperti Amerika Serikat dan negara berkembang seperti Indonesia.
Beasiswa untuk Calon Guru Matematika dan Bahasa Inggris
Selain jalur reguler, Sampoerna School of Education (SSE) juga membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2010/2011 melalui jalur beasiswa. Program Studi yang ditawarkan adalah Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Joki UN Diduga Libatkan Guru SMP
Akhir bulan ini, ujian nasional (UN) tingkat SMA/sederajat dan SMP/sederajat digelar. Kabar joki UN pun kembali merebak. BPost mendapat data dugaan terjadinya perjokian sistemik UN 2009 di salah satu SMP di Banjarmasin.
86 Murid SD Seleksi Olimpiade MIPA
Sebanyak 86 murid SD se-Kaltim ikut serta dalam seleksi Olimpiade Matematika-IPA Jalur B/Khusus di Dinas Pendidikan Kaltim, Senin (1/3). Kepala Bidang TK/SD Disdik Kaltim, Dayang Budiarti menuturkan, olimpiade yang dilaksanakan Direktorat TK/SD ini untuk menjaring siswa dan siswi yang selanjutkan akan diikutkan dalam olimpiade tingkat internasional.
Terbentur pada Persyaratan Sehat Jasmani dan Rohani
Siswa Difabel Tak Bisa Masuk RSBI
Peluang siswa difabel untuk mendaftarkan diri dan menikmati pendidikan di rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) sangat tipis. Hal ini disebabkan adanya salah satu persyaratan yang harus dipenuhi siswa untuk masuk ke RSBI. Yakni, siswa harus sehat jasmani dan rohani.
124 Siswa SD Ikuti Seleksi Olimpiade
Sebanyak 124 siswa SD dari kabupaten kota di Jabar, mengikuti seleksi olimpiade matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA) tingkat Jabar, di SD Al Azhar Kab. Bandung Barat, Rabu (3/3) untuk memilih wakil Jabar ke tingkat nasional.
Sains
Apakah ini Bapaknya TIK? (Teknologi Info Komunikasi) Salah satu kata yang sering muncul di dunia sains di film, novel dan komik adalah "Mad" (Gila), misalnya kita sering mendengar "Mad Scientist".